Tampilkan postingan dengan label Pegunungan Bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pegunungan Bintang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Tegang : Welcome to Abmisibil,Okbibab, Pegunungan Bintang Pegunungan Bintang.


bagi yang belum tau wajar, karena itu juga saya alami. Dan baru ngeh ketika menginjakkan kaki disana. Mbah google yang menjadi andalan tidak membantu banyak. Hanya beberapa artikel yang mengulas, itupun cuman sekilas. Yang pasti kabupaten Pegunungan masih Indonesia kok. Terletak di provinsi papua dan K\abupaten yang menjadi garis terdepan bagian timur NKRI yang berbatasan langsung dengan PNG.

Sabtu, 21 November 2015

Puisi : sampai ujung

aku akan terus melangkah
sampai sang maut menjemputku
aku akan terus melihat
sampai mata ini terpejam selamanya
aku akan terus bicara
sampai mulut ini diam dengan sendirinya
tanganku akan terus mengacung dan mengepal
sampai otot dan saraf ini berhenti, tak bergerak walau sejenak
ya..semua ini tentang sebuah pengabdian
sebuah rasa bernama keprihatinan
akan tangisan bunda pertiwi yang menyayat hati
menyaksikan putra putri bangsanya terkukung ketertinggalan
penerus negeri tersungkur dalam emosi sesaat
terbakar angan dan mimipi ilusi yang menipu
dan akhirnya membawa nusantara dalam lumpur kegelapan

Selasa, 01 September 2015

Belajar Biologi ala Abmi

menjadi seorang guru di pedalaman khususnya Abmisibil, Peg. Bintang Papua itu susah susah gampang. susah ketika materi tak tersampaikan seperti yang diharapkan di awal, gampang ketika murid yang diajar nyambung dengan apa yang kita omongkan. ya sesederhana itu. KOK bisa? memang begitulah kenyataannya. jika Guru di belahan Indonesia lain khususnya di pulau Jawa disibukkan dengan K13,media pembelajaran, perangkat sebangsa RPP, LKS, dkk maka menjadi guru di sini gak ribut bin jlimet.tantangan guru di pedalaman sangat besar. jumlah guru terbatas, buku ndak ada dan semacamnya. hadir di sekolah dan mengajar semua siswa sampek dapat ilmu itu sudah sangat LUAR BIASA.
 Aku alumni jurusan Geografi yang idealnya mengajar satu pelajaran,namun karena keterbatasan tenaga pendidik,  disini aku musti menangani siswa dengan sistem kelas tripel, kelas rangkap atau dobel, lintas minat dan lain lain nya. jurus ala bisa karena biasa, jurus kebut semalam dan jurus jurus baru sering kugunakan untuk menyampaikan lentera kehidupa..#edisi alay
kali ini aku ingin berbagi tentang kisah ketika harus mengajar Biologi di kelas X. materi yang di pelajari "ciri ciri makhluk hidup. mulai kutuliskan ciri ciri nya di papan tulis.
- bergerak
- tumbuh dan berkembang
- membutuhkan nutrisi
- peka terhadap rangsangan
- bernapas
-berkembangbiak
- adaptasi dan
- ekskresi
selanjutnya kujelaskan materi satu persatu. di papan sudah kutuliskan masing masing contohnya. ciri pertama bergerak .Manusia ---alat gerak 2 kaki dan 2 tangan. selanjutnya kuminta mereka mencari contoh lain. karena memang kelas rangkap, akhirnya kutinggal ngajar bahasa Inggris di kelas sebelah.
bagi pelajar yang hidup di kota besar, tugas tersebut mungkin biasa bahkan masuk katagori mudah banget. namun berbeda dengan murid saya. tidak adanya media komunikasi, transportasi, buku dan semacamnya membuat mereka kesulitan menerima tugas tersebut. sebagian dari mereka menerima pembelajaran tanpa dipikir alias di telan bulat bulat.
bagaimana tidak..setelah selesai mengajar di kelas bahasa inggris kutengok tugas mereka. perasaan syok luar biasa bagaimana tidak di beberapa buku kudapati
- Anjing : alat geraknya 2 tangan 2 kaki
- babi : alat geraknya 2 tangan 2 kaki
- Burung : 2 tangan 2 kaki dan jawaban sejenis yang bikin saya geleng geleng kepala
terus kutanya sebagian diantara mereka " anak, tangan babi yang manakah?". dengan polosnya mereka menjawab " ibu Guru, tangan Babi yang depan itu sudah". Oh My God makhluk ciptaanMu di daerah ini sungguh luar biasa. dengan kesabaran tinggi akhirnya kuluruskan jawaban mereka satu persatu. kusebutkan hewan hewan lain yang sebangsa mereka. seperti Sapi, Kuda, Kambing, Gajah dll. dengan wajah tak berdosa ada siswa yang bertanya " Bu Guru, sa tak pernah tahu kambing sama sapi, itu hewan mirip babi kah?" dengan kesabaran ekstra akhirnya kugambarkan dan kujelaskan satu persatu. patut dicatat sodara sodara, ketinggian Abmi diatas 3700 mdpl sehingga sangat terbatas makhluk hidup yang ada. biji bijian yang q bawa dari Jawa ndak ada yang bisa hidup saking dinginnya. hewan ternak yang ada di daerah ini hanya babi. semacam sesuatu banget kan..

Sabtu, 29 Agustus 2015

lilin harapan

Aku sedang menyalakan lilin harapan
meski batang yang tersulut hanya seujung kuku T
ku kan terus mencoba

perlahan namun pasti,
semoga tumbuh dan berkembang 
membwa sedikit cahaya untuk songsong harapan
biar ia menghapus ketertinggaalan dan keterpurukan

aku sedang menyalakan lilin harapan
untuk mereka yang merasa terjajah kebodohan
terpuruk akan kegalauan pengetahuan
terpasung dengan adat jahiliayah yang menyiksa
serta hawa malas yang menggerogoti tulang
menghisap mimpi dan asa sampai sumsum tulang belakang
menimbun butir-butir mimpi yang masih tersembunyi dalam otak

Minggu, 16 Agustus 2015

sekilas tentang distrik Okbibab, Pegunungan Bintang


Distrik Okbibab berada disebelah utara ibukota kabupaten Pegunungan Bintang. Distrik Okbibab merupakan distrik tertua di kabupaten di Kabupaten Pegunungan Bintang. Ibukota distrik okbibab yaitu Abmisibil. Pada tahun 2014 merupakan umur emas bagi Distrik Okbibab, karena Distrik Okbibab tepat berusia 50 tahun. Ibu Kota Distrik Okbibab adalah Abmisibil.
Batas wilayah Distrik Okbibab adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara         : Distrik Aboy
Sebelah Selatan      : Distrik Oksibil
Sebelah Barat         : Distrik Borme
Sebelah Timur         : Distrik Kiwirok
Distrik Okbibab terdiri dari 8 kampung yaitu sebagai berikut:


1.      Abmisibil
2.      Manunggal
3.      Atolbol
4.      Okbifisil
5.      Oktanglap
6.      Oksemar
7.      Iriding
8.      Abmifisil


 Sarana transportasi utama untuk menuju ke Distrik Okbibab hanya dengan kendaraan udara (pesawat). Jalan darat yang dapat dilalui hanya dengan jalan kaki, karena hanya jalan setapak saja yang tersedia. Di daerah Abmisibil beriklim tropis, dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kedua musim tersebut sulit diprediksi karena hujan yang tidak menentu dan bisa datang setiap saat. Suhu berkisar antara 100 C sampai dengan 200 C. pada malam hari angin berhembus dari pegunungan kearah lembah, sehingga udara di malam hari terasa sangat dingin. Topografi distrik okbibab yaitu jajaran gunung yang menjulang tinggi berkisar 3700 mdpl. Udaranya sangat dingin terlebih bila mendekati bulan purnama.
Kondisi Distrik Okbibab jauh lebih baik dari pada Distrik yang lain, karena Distrik Okbibab merupakan Distrik tertua. Di Abmisibil penerangan listrik dari tenaga air sudah tersedia 24 jam, air bersih dan air dari sumber mata air sudah ada, dan telekomunikasi melalui telephon satelit serta SSB. perlu waspada ketika hujan turun dengan deras, hal ini menyebabkan perputaran kincir yang menggerakkan generator terganggu. yang terjadi biasanya listrik padam. kebutuhan vital di Abmisibil yang kurang hanya signal.

Minggu, 02 Agustus 2015

pemilik otak hibernasi

tubuh kokoh begitu rupa laksana pohon ribuan tahun cahaya
penampilan rupawan seperti arjuna digabung dengan rahwana
hitam kelam seperti gelapnya malam tanpa bintang
tabrak kanan kiri tak da beda
kaki-kaki mungil yang mampu menembus ribuan kilo hutan semak
bahu yang begitu kuat mengangkat berton-ton beban
rambut keriting seperti mi instan mentah siap saji
oh...inikah rupamu pemilik otak hibernasi

bukan gunung batu tapi tumpukan emas salju
bukan pula gelondongan kayu tapi batu bara kualitas satu
bukan pasir kuarsa tapi timbunan uranium yang begitu beda
bukan pula batu apung tapi tumpukan intan permata
itulah yang kau tinggali dan kau injak setiap hari
kau jelajahi dan kau polesi dengan sepenuh hati
wahai pemilik otak hibernasi

Senin, 11 Mei 2015

dalam renungan : antara Palestina dan Okbibab

di palestina mereka jihad dengan pedang
memporak porandakan kebatilan dengan panah suci
meluluhlantakkan keponggahan penguasa bejat
mencoba merangkai merdeka dengan balutan bom syahid
melalui tangan-tangan mungil meneriakkan intifadhah

disini aku mencoba bergerak dengan pena
menerjang keterpurukan dengan panah-panah ilmu
memberengus keterbelakangan dengan pengetahuan
menghancurkan kebodohan dengan sedikit perasaan
menelanjangi kegelapan yang telah membungkus dalam
dan kemudian mewarnai dengan sedikit kemoderan
menebar inspirasi disini
kaki-kaki telanjang dengan rambut keriting
borok dan ingus yang menempel disana sini
MENGHINGGAPI GENERASI PENERUS BANGSA
DI BUMI timur INDONESIA

Minggu, 10 Mei 2015

malam hari raya idul adha di okbibab



jika hari raya idul adha datang,
dalam anganmu pasti terbayang
takbir berkumandang dimana-mana
dari merculuar surau dan masjid yang tinggi
membelah langit malam
bersanding ditahta mega bersama bulan dan bintang

dalam bayangmu....
kambing, domba sapi serta unta gemuk berjajar
siap dikorbankan sebagai pengganti Ismail menghadapi perintah Rabbi
berjalan penuh ikhlas menuju belati
siaga menghadapi israil yang senantiasa menanti
dan kemudian daging-daging suci siap dibagi
ah sungguh indahnya menggoda

di atas gunung mati


suhu dingin begitu mencekam urat nadi
berselimut awan dan kabut yang tiada beda
berdinding ngarai menjulang tinggi tertutup salju putih
dihiasi pohon perdu dan lumut satu-satu
semua diatas gunung tak bernyawa

tak ada suara burung berkicau, apa lagi jangkrik mengerik
tak ada nyamuk berkeliaran menghisap darah
pun jua kuskus dan ayam hutan berkeliaran menunggu mangsa
pohon pun hidup segan mati tak mau
berkompetisi dengan lumut kerak yang enggan dan malu-malu
bersama rumput perdu yang berbaris lugu
bahkan suanggi alias hantu papua pun enggan bergentayangan
disini, digunung mati

hanya manusia bernyali yang bertahan
menyemai harapan akan masa depan gemilang tak tentu
mencoba menyinari pegunungan bintang yang masih gelap
dengan cahaya ilmu penopang peradaban
senyum serta semangat anak2 pedalaman yang menjadi carger perubahan

disini diatas gunung mati
ujung tombak perbatasan INA-PNG
aku mengukir janji untuk bunda  pertiwi
akan q bangkitkan sebuah inspirasi dengan akselerasi
dari murninya ilmu hati yang membawa harapan
karena aku peduli

malam yang dingin 21.34 WIT
271013

pesona abmisibil : mutiara di ujung negeri



ada yang istimewa di timur perbatasan Indonesia
bukan kemunduran zaman ataukah modernisasi lokal
bukan pula bencana semacam lapindo ataukah tsunami
apalagi pesona degradasi moral semacam kompleks doli

adalah keindahan alam yang masih perawan
kemolekan tubuh bumi yang begitu dahsyat
seluk beluk pegunungan merona pipi
lembah bukit dan gunung bersatu mempesona
awan kabut bergaabung tiada beda
barisan alur daun bonengnong serta keladi silih berganti
serta bulir-bulir cemara yang bersembul malu-malu
dan perdu semak menghiasi riasan ibu pertiwi
dibelah kelokan jalan batu naik turun dan sungai jernih
seperti pemetang sawah dikepalamu.
amboi....sungguh indahnya

gunung Aplimapom



ada kesabaran dan keteguhan menakjubkan dalam diamnya
tatapan tajam menunjukkan kekokohan dan ketergaran jiwa
desiran daun dari pohon dikulitnya menunjukkan kehalusan batin
selimut putih kabut dan salju mencitrakan akan kerelaannya
dan keikhlasan sungguh kentara dari kaki sampai puncak
wahai engkau Amplimapon di tanah Papua

Selamat datang di Perbatasan timur Negeri : Kabupaten Pegunungan Bintang



Bottom of Form


Pembekalan SM3T di lanal AU Malang sudah berlangsung selama 12 hari. Dan hari ini adalah penentuan penempatan tugas. Semacam dag dig dug juga ketika disuruh ke lapangan dan mencari nama nama kita di antara pohon pohon.300 peserta langsung berhambur keluar ruangan karena penasaran dengan tempat tugas, termasuk saya. Banyak dari teman teman yang lari ke lapangan sebelah kanan, daripada berjejal saya memutuskan utuk berlari ke lapangan sebelah kiri. Dadaku berdebar, pikiranku tak karuan. Berharap dapat penempatan di daerah yang ndak terlalu berbahaya. Tak lama kemudian, oh my God....namaku tercantum diurutan ke 25 dengan penempatan Kabupaten Pegunungan Bintang. Provinsi Papua...Hello... ini daerah mana? Kugunakan segala cara untuk mengenal daerah yang akan menjadi tempat pengabdianku selama satu tahun. Dan inilah kabupaten di perbatasan timur Indonesia ini.
Kabupaten Pegunungan Bintang, adalah salah satu kabupaten yang
 terletak di jalur  Pegunungan tengah deretan Pegunungan Sirkum Pasifik Propinsi Papua. Terletak di selatan Pegunungan Mandala. Kabupaten dengan panorama alam mempesona yang masih asli, penuh dengan keindahan eksotik khas hutan belantara. Pegunungan yang menjulang tinggi dan hamparan hutan yang luas menghiasi alam di Pegunungan Bintang. 90% wilayahnya berupa gunung dan merupakan bagian dari deretan pegunungan Puncak Mandala. Kaya akan sumber daya, dengan keragaman kesenian tradisional dan memiliki legenda yang menarik.

Senin, 04 Mei 2015

Kisah tentang penggaris busur di pedalaman papua




Menjadi guru SMP di pedalaman dituntut untuk menjadi guru serba bisa. Ibarat guru super power yang bisa ngalahin komputer. Bukan sekedar mendidik siswa masuk dalam katagori “jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit tentang banyak hal, tapi tidak menguasai apapun). Tapi alasan sebenarnya, karena memang keterbatasan guru, buku dan fasilitas lain. Apapun ilmunya dan rasanya harus disampaikan ke siswa dengan segala kerendahan hati. Termasuk mempelajari ilmu yang menjadi momok banyak siswa, belajar matematika.
Hari ini aku masuk di kelas VIII. Kelas yang lumayan heboh. Satu kelas sekitar 20an anak dengan berbagai karakter unik. Bahkan saking uniknya ada murid q yang merupakan tetua adat di suku nya yang berasal dari kampung seberang. aku ingin mengajari mereka untuk mengenalkan sudut. Di jawa, pelajaran sudut pada matematika sudah di pelajari saat kelas 2 SD, tapi disini sekolah di jenjang SMP, sudut pun masih di pelajari. Keterbatasan membuat semua menjadi mungkin.

Rabu, 22 April 2015

Cerita pedasnya Lombok di okbibab , Pegunungan bintang Papua




Cabe adalah sesuatu yang ndak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari hari, khusunya ketika makan. Kegemaran orang Indonesia makan cabai dipercaya berlangsung sejak dulu. Menurut sejarah, cabai menjadi komoditas penting di Indonesia sejak masa Jawa Kuno dan menjadi makin familiar dengan lidah orang Indonesia. Dari awal, menu sambal memang paling praktis, mudah dibuat, dan bisa disandingkan dengan makanan lain. Tidak hanya itu, banyak yang bilang kalau makan sambal terasi pakai nasi hangat dan lauk tempe rasa nikmatnya melebihi hidangan di restoran bintang 5. Lidah Indonesia juga sudah sangat familiar dengan sambal bawang, sambal dabu-dabu, sambal ijo, sambal matah, sambal tomat dan lainnya. Selera makan makin meningkat biarpun harus berkeringat deras. Bahkan beberapa makanan diberi label dengan tingkat kepedasan level 1 hingga level 10. Sekilas membayangkan kenangan indah bercengkrama dengan sambal.