Tampilkan postingan dengan label papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label papua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2015

Puisi : sampai ujung

aku akan terus melangkah
sampai sang maut menjemputku
aku akan terus melihat
sampai mata ini terpejam selamanya
aku akan terus bicara
sampai mulut ini diam dengan sendirinya
tanganku akan terus mengacung dan mengepal
sampai otot dan saraf ini berhenti, tak bergerak walau sejenak
ya..semua ini tentang sebuah pengabdian
sebuah rasa bernama keprihatinan
akan tangisan bunda pertiwi yang menyayat hati
menyaksikan putra putri bangsanya terkukung ketertinggalan
penerus negeri tersungkur dalam emosi sesaat
terbakar angan dan mimipi ilusi yang menipu
dan akhirnya membawa nusantara dalam lumpur kegelapan

Minggu, 02 Agustus 2015

pemilik otak hibernasi

tubuh kokoh begitu rupa laksana pohon ribuan tahun cahaya
penampilan rupawan seperti arjuna digabung dengan rahwana
hitam kelam seperti gelapnya malam tanpa bintang
tabrak kanan kiri tak da beda
kaki-kaki mungil yang mampu menembus ribuan kilo hutan semak
bahu yang begitu kuat mengangkat berton-ton beban
rambut keriting seperti mi instan mentah siap saji
oh...inikah rupamu pemilik otak hibernasi

bukan gunung batu tapi tumpukan emas salju
bukan pula gelondongan kayu tapi batu bara kualitas satu
bukan pasir kuarsa tapi timbunan uranium yang begitu beda
bukan pula batu apung tapi tumpukan intan permata
itulah yang kau tinggali dan kau injak setiap hari
kau jelajahi dan kau polesi dengan sepenuh hati
wahai pemilik otak hibernasi

Senin, 11 Mei 2015

dalam renungan : antara Palestina dan Okbibab

di palestina mereka jihad dengan pedang
memporak porandakan kebatilan dengan panah suci
meluluhlantakkan keponggahan penguasa bejat
mencoba merangkai merdeka dengan balutan bom syahid
melalui tangan-tangan mungil meneriakkan intifadhah

disini aku mencoba bergerak dengan pena
menerjang keterpurukan dengan panah-panah ilmu
memberengus keterbelakangan dengan pengetahuan
menghancurkan kebodohan dengan sedikit perasaan
menelanjangi kegelapan yang telah membungkus dalam
dan kemudian mewarnai dengan sedikit kemoderan
menebar inspirasi disini
kaki-kaki telanjang dengan rambut keriting
borok dan ingus yang menempel disana sini
MENGHINGGAPI GENERASI PENERUS BANGSA
DI BUMI timur INDONESIA

Minggu, 10 Mei 2015

malam hari raya idul adha di okbibab



jika hari raya idul adha datang,
dalam anganmu pasti terbayang
takbir berkumandang dimana-mana
dari merculuar surau dan masjid yang tinggi
membelah langit malam
bersanding ditahta mega bersama bulan dan bintang

dalam bayangmu....
kambing, domba sapi serta unta gemuk berjajar
siap dikorbankan sebagai pengganti Ismail menghadapi perintah Rabbi
berjalan penuh ikhlas menuju belati
siaga menghadapi israil yang senantiasa menanti
dan kemudian daging-daging suci siap dibagi
ah sungguh indahnya menggoda

di atas gunung mati


suhu dingin begitu mencekam urat nadi
berselimut awan dan kabut yang tiada beda
berdinding ngarai menjulang tinggi tertutup salju putih
dihiasi pohon perdu dan lumut satu-satu
semua diatas gunung tak bernyawa

tak ada suara burung berkicau, apa lagi jangkrik mengerik
tak ada nyamuk berkeliaran menghisap darah
pun jua kuskus dan ayam hutan berkeliaran menunggu mangsa
pohon pun hidup segan mati tak mau
berkompetisi dengan lumut kerak yang enggan dan malu-malu
bersama rumput perdu yang berbaris lugu
bahkan suanggi alias hantu papua pun enggan bergentayangan
disini, digunung mati

hanya manusia bernyali yang bertahan
menyemai harapan akan masa depan gemilang tak tentu
mencoba menyinari pegunungan bintang yang masih gelap
dengan cahaya ilmu penopang peradaban
senyum serta semangat anak2 pedalaman yang menjadi carger perubahan

disini diatas gunung mati
ujung tombak perbatasan INA-PNG
aku mengukir janji untuk bunda  pertiwi
akan q bangkitkan sebuah inspirasi dengan akselerasi
dari murninya ilmu hati yang membawa harapan
karena aku peduli

malam yang dingin 21.34 WIT
271013

gunung Aplimapom



ada kesabaran dan keteguhan menakjubkan dalam diamnya
tatapan tajam menunjukkan kekokohan dan ketergaran jiwa
desiran daun dari pohon dikulitnya menunjukkan kehalusan batin
selimut putih kabut dan salju mencitrakan akan kerelaannya
dan keikhlasan sungguh kentara dari kaki sampai puncak
wahai engkau Amplimapon di tanah Papua

Selamat datang di Perbatasan timur Negeri : Kabupaten Pegunungan Bintang



Bottom of Form


Pembekalan SM3T di lanal AU Malang sudah berlangsung selama 12 hari. Dan hari ini adalah penentuan penempatan tugas. Semacam dag dig dug juga ketika disuruh ke lapangan dan mencari nama nama kita di antara pohon pohon.300 peserta langsung berhambur keluar ruangan karena penasaran dengan tempat tugas, termasuk saya. Banyak dari teman teman yang lari ke lapangan sebelah kanan, daripada berjejal saya memutuskan utuk berlari ke lapangan sebelah kiri. Dadaku berdebar, pikiranku tak karuan. Berharap dapat penempatan di daerah yang ndak terlalu berbahaya. Tak lama kemudian, oh my God....namaku tercantum diurutan ke 25 dengan penempatan Kabupaten Pegunungan Bintang. Provinsi Papua...Hello... ini daerah mana? Kugunakan segala cara untuk mengenal daerah yang akan menjadi tempat pengabdianku selama satu tahun. Dan inilah kabupaten di perbatasan timur Indonesia ini.
Kabupaten Pegunungan Bintang, adalah salah satu kabupaten yang
 terletak di jalur  Pegunungan tengah deretan Pegunungan Sirkum Pasifik Propinsi Papua. Terletak di selatan Pegunungan Mandala. Kabupaten dengan panorama alam mempesona yang masih asli, penuh dengan keindahan eksotik khas hutan belantara. Pegunungan yang menjulang tinggi dan hamparan hutan yang luas menghiasi alam di Pegunungan Bintang. 90% wilayahnya berupa gunung dan merupakan bagian dari deretan pegunungan Puncak Mandala. Kaya akan sumber daya, dengan keragaman kesenian tradisional dan memiliki legenda yang menarik.

Senin, 04 Mei 2015

Kisah tentang penggaris busur di pedalaman papua




Menjadi guru SMP di pedalaman dituntut untuk menjadi guru serba bisa. Ibarat guru super power yang bisa ngalahin komputer. Bukan sekedar mendidik siswa masuk dalam katagori “jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit tentang banyak hal, tapi tidak menguasai apapun). Tapi alasan sebenarnya, karena memang keterbatasan guru, buku dan fasilitas lain. Apapun ilmunya dan rasanya harus disampaikan ke siswa dengan segala kerendahan hati. Termasuk mempelajari ilmu yang menjadi momok banyak siswa, belajar matematika.
Hari ini aku masuk di kelas VIII. Kelas yang lumayan heboh. Satu kelas sekitar 20an anak dengan berbagai karakter unik. Bahkan saking uniknya ada murid q yang merupakan tetua adat di suku nya yang berasal dari kampung seberang. aku ingin mengajari mereka untuk mengenalkan sudut. Di jawa, pelajaran sudut pada matematika sudah di pelajari saat kelas 2 SD, tapi disini sekolah di jenjang SMP, sudut pun masih di pelajari. Keterbatasan membuat semua menjadi mungkin.

Rabu, 22 April 2015

Cerita pedasnya Lombok di okbibab , Pegunungan bintang Papua




Cabe adalah sesuatu yang ndak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari hari, khusunya ketika makan. Kegemaran orang Indonesia makan cabai dipercaya berlangsung sejak dulu. Menurut sejarah, cabai menjadi komoditas penting di Indonesia sejak masa Jawa Kuno dan menjadi makin familiar dengan lidah orang Indonesia. Dari awal, menu sambal memang paling praktis, mudah dibuat, dan bisa disandingkan dengan makanan lain. Tidak hanya itu, banyak yang bilang kalau makan sambal terasi pakai nasi hangat dan lauk tempe rasa nikmatnya melebihi hidangan di restoran bintang 5. Lidah Indonesia juga sudah sangat familiar dengan sambal bawang, sambal dabu-dabu, sambal ijo, sambal matah, sambal tomat dan lainnya. Selera makan makin meningkat biarpun harus berkeringat deras. Bahkan beberapa makanan diberi label dengan tingkat kepedasan level 1 hingga level 10. Sekilas membayangkan kenangan indah bercengkrama dengan sambal.

Rabu, 05 November 2014

Perantauan

dalam perantauan yang jauh
aku melihat bumi berputar
degradasi moral membabi buta
menghiasi pojok keterbelakangan
menggelontorinya dengan dupa ke tidak tahuan
dan akhirnya menenggelamkan dalam kehampaan
apakah makna hidup itu?