Minggu, 10 Mei 2015

di atas gunung mati


suhu dingin begitu mencekam urat nadi
berselimut awan dan kabut yang tiada beda
berdinding ngarai menjulang tinggi tertutup salju putih
dihiasi pohon perdu dan lumut satu-satu
semua diatas gunung tak bernyawa

tak ada suara burung berkicau, apa lagi jangkrik mengerik
tak ada nyamuk berkeliaran menghisap darah
pun jua kuskus dan ayam hutan berkeliaran menunggu mangsa
pohon pun hidup segan mati tak mau
berkompetisi dengan lumut kerak yang enggan dan malu-malu
bersama rumput perdu yang berbaris lugu
bahkan suanggi alias hantu papua pun enggan bergentayangan
disini, digunung mati

hanya manusia bernyali yang bertahan
menyemai harapan akan masa depan gemilang tak tentu
mencoba menyinari pegunungan bintang yang masih gelap
dengan cahaya ilmu penopang peradaban
senyum serta semangat anak2 pedalaman yang menjadi carger perubahan

disini diatas gunung mati
ujung tombak perbatasan INA-PNG
aku mengukir janji untuk bunda  pertiwi
akan q bangkitkan sebuah inspirasi dengan akselerasi
dari murninya ilmu hati yang membawa harapan
karena aku peduli

malam yang dingin 21.34 WIT
271013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar