Sabtu, 29 Agustus 2015

rindu sahabat


terkadang aku hampir gila rasanya
menjadi tong rasa dan masalah yang begitu dahsyat
tanpa kran pembuang yang steril disisi
yang harus melalui selang antar pulau
itupun tak tau sampaikah tidak
sungguh tanpa teman curahan hati itu membosankan
harus melangkah kaki tanpa pundak penompang lain
tertatih-tatih menopang hari
bertele-tele mengurai cerita
satu demi satu tak tau sampai ujung kah tidak
yang ada hanyalah krupuk kebosanan
mengurai benang demi benang kehidupan yang kusut
tanpa gunting solusi atau sekedar lakban pengambung asa

argh sungguh aku merindukanmu kawan
merindukan cercaan nasihat dan rautan pertengkaran kita
rindu akan gelak tawa dan ejean yang kau lempar
kangen akan kebersamaan kita di bawah temeram lampu
sambil berseloroh akan busuknya negeri ini
serta kusuk batu bata waktu
pelangi sejarah dan asam garam yang melilit

kawan aku rindu kebersamaan
rindu belaian tangan menentramkan
serta pukulanmu menghindari pelukanku
argh.......

angin dingin ku titipkan salamku
serta sebongkah masalah
dan segumpal rasa yang terpendam tanpa kran
untuk sahabatku di pulau sekarang
dan kembalikan semilir jawaban
untuk bekal dibalik tikungan jalan

dalam kerinduan dengan teman curhat yang sangat
22.31 WIT
21 desember 2013




Tidak ada komentar:

Posting Komentar