Selasa, 01 September 2015

Belajar Biologi ala Abmi

menjadi seorang guru di pedalaman khususnya Abmisibil, Peg. Bintang Papua itu susah susah gampang. susah ketika materi tak tersampaikan seperti yang diharapkan di awal, gampang ketika murid yang diajar nyambung dengan apa yang kita omongkan. ya sesederhana itu. KOK bisa? memang begitulah kenyataannya. jika Guru di belahan Indonesia lain khususnya di pulau Jawa disibukkan dengan K13,media pembelajaran, perangkat sebangsa RPP, LKS, dkk maka menjadi guru di sini gak ribut bin jlimet.tantangan guru di pedalaman sangat besar. jumlah guru terbatas, buku ndak ada dan semacamnya. hadir di sekolah dan mengajar semua siswa sampek dapat ilmu itu sudah sangat LUAR BIASA.
 Aku alumni jurusan Geografi yang idealnya mengajar satu pelajaran,namun karena keterbatasan tenaga pendidik,  disini aku musti menangani siswa dengan sistem kelas tripel, kelas rangkap atau dobel, lintas minat dan lain lain nya. jurus ala bisa karena biasa, jurus kebut semalam dan jurus jurus baru sering kugunakan untuk menyampaikan lentera kehidupa..#edisi alay
kali ini aku ingin berbagi tentang kisah ketika harus mengajar Biologi di kelas X. materi yang di pelajari "ciri ciri makhluk hidup. mulai kutuliskan ciri ciri nya di papan tulis.
- bergerak
- tumbuh dan berkembang
- membutuhkan nutrisi
- peka terhadap rangsangan
- bernapas
-berkembangbiak
- adaptasi dan
- ekskresi
selanjutnya kujelaskan materi satu persatu. di papan sudah kutuliskan masing masing contohnya. ciri pertama bergerak .Manusia ---alat gerak 2 kaki dan 2 tangan. selanjutnya kuminta mereka mencari contoh lain. karena memang kelas rangkap, akhirnya kutinggal ngajar bahasa Inggris di kelas sebelah.
bagi pelajar yang hidup di kota besar, tugas tersebut mungkin biasa bahkan masuk katagori mudah banget. namun berbeda dengan murid saya. tidak adanya media komunikasi, transportasi, buku dan semacamnya membuat mereka kesulitan menerima tugas tersebut. sebagian dari mereka menerima pembelajaran tanpa dipikir alias di telan bulat bulat.
bagaimana tidak..setelah selesai mengajar di kelas bahasa inggris kutengok tugas mereka. perasaan syok luar biasa bagaimana tidak di beberapa buku kudapati
- Anjing : alat geraknya 2 tangan 2 kaki
- babi : alat geraknya 2 tangan 2 kaki
- Burung : 2 tangan 2 kaki dan jawaban sejenis yang bikin saya geleng geleng kepala
terus kutanya sebagian diantara mereka " anak, tangan babi yang manakah?". dengan polosnya mereka menjawab " ibu Guru, tangan Babi yang depan itu sudah". Oh My God makhluk ciptaanMu di daerah ini sungguh luar biasa. dengan kesabaran tinggi akhirnya kuluruskan jawaban mereka satu persatu. kusebutkan hewan hewan lain yang sebangsa mereka. seperti Sapi, Kuda, Kambing, Gajah dll. dengan wajah tak berdosa ada siswa yang bertanya " Bu Guru, sa tak pernah tahu kambing sama sapi, itu hewan mirip babi kah?" dengan kesabaran ekstra akhirnya kugambarkan dan kujelaskan satu persatu. patut dicatat sodara sodara, ketinggian Abmi diatas 3700 mdpl sehingga sangat terbatas makhluk hidup yang ada. biji bijian yang q bawa dari Jawa ndak ada yang bisa hidup saking dinginnya. hewan ternak yang ada di daerah ini hanya babi. semacam sesuatu banget kan..

selanjutnya ciri yang lain kujelaskan, yaitu tentang berkembangbiak. kujelaskan cara berkembang biak antara makhluk hidup satu dan yang lain berbeda. ada yang beranak, bertelur, membelah diri, spora dan cara cara lain. selanjutnya setelah kutuliskan di papan tulis dengan menggunakan kapurkutinggal mereka mengajar matematika di kelas sebelahnya.tak lama kemudian rekan guru dari JAwa datang dan bertanya " Bu guru tadi ngajar apakah"? beberapa siswa menjawab dengan lantang "ciri ciri makhluk hidup Bapak". selanjutnya terjadi dialog tentang materi tersebut. setelah beberapa lama Pak guru tersebut bertanya " Hayo..kalau manusia berkembangbiak dengan apa?". serta merta anak yang dipojok menjawab dengan PD nya " Bapak kalo perempuan berkembang biak dengan beranak, baru kalo laki laki dengan bertelur" Gerrrrrrrrrrrr suara tertawa membahana terdengar. dari kelas sebelah saya penasaran terkait apa yang terjadi.........Sumpah..rasanya mangkel berlipat lipat kurasakan waktu itu.. tapi apa daya..kesabaran saya memang sedang diuji sekeras keranya..POKOK SENG SUABAAAAR..
ya beginilah sekilas mengajar di daerah pedalaman dengan segala keterbatasan. banyak sekali kekonyolan kekonyolan yang dibuat siswa karena kepolosan mereka. bekal utama mengajar disini hanyalah "KESABARAN TINGKAT DEWA" untuk meluruskan hal hal yang ajaib yang terjadi di kelas tanpa kita duga.
selajutnya "MENGAJAR DENGAN HATI NURANI dan KEIKHLASAN TINGGI akan mengantar mereka menjadi manusia manusia luar biasa.yang menjadi tameng terluar negeri ini.
#salam hangat dari perbatasan negeri
abmisibil, pertengahan Oktober 2013

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar